Menyambut Idul Fithri dengan Amalan Sunnah


image

Sumber : pksiana.com

PKS Cibitung.Com [TM]
Berikut ini sunnah-sunnah dalam menyambut hari raya Iedul Fithri :

  1. Mandi pagi

Dari Malik dari Nafi’ ia berkata bahwa :
Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tempat sholat (lapangan)”
(H.R. Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i)

  1. Berpakaian rapi sesuai sunnah

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwa :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.
(H.R. Imam Hakim)
Bagi Pria disunnahkan menggunakan wewangian.
Namun tidak boleh bagi wanita.

  1. Makan sebelum Sholat Idul Fitri

“Pada saat Idul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah berangkat untuk shalat sebelum makan beberapa kurma.”
Murajja bin Raja berkata, berkata kepadaku ‘Ubaidullah, katanya: berkata kepadaku Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Beliau memakannya berjumlah ganjil.”
(H.R. Imam Bukhari)

  1. Berjalan kaki ke tempat Sholat Id (jika memungkinkan)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata:
“Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi Sholat Id dengan berjalan kaki”.
(H.R. Imam Tirmidzi)

  1. Takbir ketika menuju tempat Sholat Id

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.”
(Shahih, Mursal Az-Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahidnya dalam Ash-Shahihah no. 171)
Di antara lafadz takbir yang disunnahkan yaitu :
– Allahu Akbar Allahu Akbar, Laailaaha illallahu Wallahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamdu
atau
– Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laailaaha illallahu Wallahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamdu.
(Lihat Al-Irwa’ 3/125-126)

  1. Melaksanakan Shalat ‘Id di Mushala (Lapangan)

Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata,
“Shalat Id boleh dilakukan di dalam masjid, tetapi melakukannya di mushalla (lapangan) yang berada di luar adalah lebih utama, hal ini selama tidak ada ‘udzur seperti hujan dan semisalnya,
karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua hari raya di lapangan,
tidak pernah Beliau shalat di masjidnya kecuali sekali karena adanya hujan.”
Dari Abu Hurairah,
“Bahwasanya mereka ditimpa hujan pada hari raya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat ‘Id bersama mereka di masjid.
(H.R. Imam Abu Dawud)

  1. Mendengarkan Khutbah Id

Dari ‘Abdullah bin Saib ia berkata:
Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shalat Id, maka ketika beliau selesai shalat, beliau berkata:
“Kami berkhutbah, barangsiapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah duduklah dan barang siapa yang ingin pergi maka silahkan.”
(H.R. Imam Abu Dawud & Imam An Nasa’i )

  1. Memberi selamat Idul Fitri dengan ucapan “Taqobbalallohu minna wa minkum”

Ibnu Hajar mengatakan:
Dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata:
‘Para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ
“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.”

  1. Pulang dengan rute yang berbeda

”Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila di hari Id, beliau mengambil jalan yang berbeda.
(H.R. Imam Bukhari)

Semoga kita senantiasa dituntun dengan Ilmu dan amal yang shahih.
In syaa Allah Penuh Berkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s