Fahri Hamzah : Penyadapan Diibaratkan Sama dengan Hidupkan Penembak Misterius


wpid-unnamed.jpg

 

pks-cibitung.com [mb] JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan perlunya merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya pada pasal mengenai penyadapan.

Menurut Fahri, penyadapan itu diibaratkan menghidupkan kembali penembak misterius (petrus) dan mengaktifkan kembali Undang-Undang Intelijen pada rezim Orde Baru.

“Kalau anda boleh mengambil jalan pintas untuk menangkap korban, maka kita hidupkan petrus, penyadapan, Undang-Undang Intelijen lama yang membolehkan operasi intelijen membunuh organ, itu jadi hak dia tertutup,” ujar Fahri usai menghadiri acara buka puasa bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2015).

Menurut Fahri, penyadapan tidak bisa diterapkan pada pemerintahan yang menunjung tinggi hak asasi manusia. Hanya pemerintahan yang dipimpin oleh seorang diktator, yang menurut Fahri bisa melakukan penyadapan.

“Ya penyadapan itu ampuh, sama dengan petrus bunuh orang di pinggir jalan ampuh. Masak ampuh jadi dasarnya. Kalau ampuh jangan demokrasi, taruh diktator. Diktator ampuh, diktator gampang bunuh orang enggak perlu izin sikat saja. Bunuh orang mati hilang semua, itu yang dimauin? Enggak benar itu cara berpikirnya,” kata Fahri.

Mengenai rencana revisi UU KPK, Fahri mengatakan justru awalnya DPR dan Pemerintah telah sepakati untuk merevisi UU KPK beberapa waktu lalu. Usulan tersebut telah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2015.

“Belum. Surat resminya justru merencanakan pembahasan revisi,” ucap Fahri.

Fahri pun yakin apabila Presiden Joko Widodo tidak akan menarik rencana revisi UU KPK dari Prolegnas tahun 2015. Ia menilai Presiden sudah mendengarkan masukan terkait kinerja KPK.

“Tidak akan. Karena Presiden mulai mendapat masukan tentang apa yang slama ini terjadi dengan KPK. Itu memang harus dievaluasi. Tidak mungkin tidak ada apa-apa. Ini banyak masalah, karena itu Presiden mulai mengerti,” kata Fahri. [Mbah/Tribunnews]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s