Landasan Hukum Dan Tujuan Puasa


image

“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,” (QS Al-Baqarah[2]:183).

PKSCIBITUNG [SB] – Dalam ayat diatas Allah swt, menyapa orang yang beriman dengan perintah puasa. Menurut Abu Amar bin Abdil Bar, puasa adalah menahan diri dari makan minum. Inilah makna saum (puasa) yang telah disepakati oleh para ulama.

Puasa memiliki tujuan memebersihkan mensucikan jiwa dari segala kotoran dan akhlak yang tercela. Puasa telah diwajibkan bukan pada umat sekarang, namun juga pada umat terdahulu. Maka dalam hal ini harus terdapat kompetisi yang baik, antara ummat sekarang dengan ummat yang lalu. Sebagaimana firman Allah swt, “Dan bagi tiap tiap umat ada kiblat (sendiri), yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan,” (QS Al Baqarah [2]: 148).

Disamping mensucikan badan dari maksiat, puasa juga bertujuan mempersempit jalannya setan, sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian telah memiliki kemampuan untuk menikah hendaklah segera menikah, karena ia bisa menjaga mata dan kemaluan. Barang siapa yang belum mampu hendaklah berpuasa karena ia adalah benteng (masuknya setan),” HR Bukhari Muslim).

Tentang lama berpuasa, Allah swt. Menjelaskan hanya beberapa hari tertentu dalam setahun, yakni satu bulan (Ramadhan). Sehingga tidak memberatkan dalam pelaksanaannya. Dalam riwayat lain dijelaskan, puasa umat terdahulu hanya tiga hari sampai turunnya perintah berpuasa pada bulan Ramadhan. Berbeda pemahaman dengan hasan Al Basri, menurutnya, kewajiban umat terdahulu sama wajibnya dengan kita yaitu sebulan penuh.

Ahli kitab adalah umat terdahulu menurut Atho dari Ibnu Abbas. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. Bersabda, “Islam didirikan atas lima perkara: syahadat lailaha illalah Muhammad Rasulullah, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, melaksanakan puasa Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji.

Rasulullah saw, menjelaskan tentang wajibnya berpuasa dalam beberapa hadist, di antaranya yang diriwayatkan oleh Thalhah bin ubaidillah. Ia berkata, “telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. Ia bertanya tentang islam, Rasulullah menjawab, “shalat lima waktu sehari semalam. ‘Ia bertanya lagi, ‘Apakah ada lagi setelah itu?’ Rasulullah saw menjawab, “Tidak ada kecuali yang sunnah. ‘Rasulullah bersabda lagi, ‘Dan puasa pada bulan Ramadhan.’ Ia bertanya lagi, ‘Apakah masih ada selain itu?’ ‘Tidak ada kecuali yang sunnah, ‘jawab Rasulullah seraya menambahkan, ‘Dan mengeluarkan zakat.’ Ia bertanya lagi apa masih ada selain itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Tidak ada kecuali yang sunnah.” Orang itu lalu pergi dan berkata, ‘Demi Allah aku tidak akan menambah dan mengurangi dari yang ini.’ Kata Rasulullah, ‘jika benar apa yang ia katakan ia telah beruntung,” (HR Bukhari Muslim).

Hikmah Puasa

Puasa memiliki banyak hikmah di antaranya :

  1. Taqwa, sebagaimana terkandung dalam firman Allah swt. Surat Al Baqarah 183, “agar bertakwa.” Sebab dengan puasa kita bisa ghadul bashar, menjaga kemaluan, menahan hawa nafsu amarah, syahwat, dan lain-lain. Puasa juga merupakan kemenangan dalam menundukkan nafsu amarah, karena seorang hamba yang berpuasa berarti telah melawan syahwatnya. Ia menjadi pemenang.
  2. Melatih agar selalu bersabar dalam menghadapi segala beban yang berat, maupun dalam melaksanakan tugas-tugas yang penting.

  3. Ikut merasakan penderitaan orang-orang fakir dan miskin, Penderitaan itu antara lain mereka lebih merasakan lapar dari pada kenyang. Sesungguhnya, orang yang belum merasakan lapar terkadang kurang peduli terhadap penderitaan orang lain.

  4. Bersatunya perasaan umat pada satu kondisi, yakni berpuasa pada waktu yang sama dan berbuka pada waktu yang sama pula. Maka terbentuklah persatuan umat dalam satu orientasi dan perasaan yang sama.

  5. Memberi kesehatan pada badan, karena puasa bisa menghilangkan bakteri-bakteri pada diri manusia. Puasa juga membersihkan darah, dan mengistirahatkan pencernaan. Begitulah perkataan para dokter dan dikuatkan pendapat para ulama, bahwa puasa dapat menambah kesehatan dan kekuatan bagi tubuh manusia.
    (SB)

Sumber :
Disadur dari buku, Sekolah Ramadhan dari A to Z Seputar Ramadhan. karya, Dr. Aidh Al Qorny.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s