Poligami


image

Poligami

PKS-Cibitung.Com [TM]
Hhhmm…  poligami topik yang cukup sensitif, baik dikalangan ikhwan maupun ummahat. Buktinya, hampir setiap ada postingan tentang poligami di media sosial, ramai sekali yang memberikan komen, dan biasanya terbagi menjadi dua kubu.

Kubu bapak-bapak yang ‘antusias’ seperti komen “kalau lihat yang bening-bening (kaca kaleee) bawaannya mau nafkahin. Atau ada yang komen “punya istri satu aja enak, apalagi kalau dua”.

Dan di sisi lainya, kubu ibu-ibu yang ‘penuh ancaman’, seperti komen “kalau (suami) mau poligami, langkahi mayat saya”.  

Hmmm… Sebenarnya tak perlu ada pro kontra masalah poligami, seperti komentar seorang ikhwan di medsos, Ia berharap para akhwat sadar dan menerima poligami bagian dari syariat.

Yup, tentang poligami ada di Al-Qur’an dan  jelas aturannya.   Nah, yang jadi banyak masalah adalah praktek poligaminya.

Secara syariat poligami tidak mewajibkan izin dari istri pertama. Sehingga, sebagian laki-laki ketika melakukan poligami tidak memberitahu istrinya (dan bisa jadi juga tidak mempersiapkan istrinya dengan baik).

Drama bermulai ketika sang Istri mengetahui sendiri bahwa suaminya menikah lagi.

Berdasarkan observasi dan wawancara yang penulis lakukan, biasanya sang Istri akan sangat shock, down, merasa bahwa dirinya begitu bodoh dan naif, tidak mengetahui jika sang suami sudah sekian lama menikah lagi.

Dan biasanya juga diikuti perasaan dendam, marah, merasa diri tidak berarti. Kegalauan dan kekalutan sang istri mau tidak mau, suka tidak suka akan berimbas kepada anak-anaknya.

Dan jika istri adalah seorang pekerja, aktivis, pegiat di masyarakat, jelas akan berimbas pula terhadap kegiatannya. Bukan 1-2 kasus yang mampir ketelinga penulis tentang hal ini.

Banyak juga kasus poligami yang berkembang menjadi penyesalan suami, kenapa ia dulu menikah lagi, beban dan tanggung jawabnya menjadi lebih berat. Padahal, dahulunya ia begitu getol dan bersemangat untuk poligami.  

Mudah-mudahan para ikhwan yang hendak poligami, berfikir masak-masak, mempersiapkan istri dan anak-anaknya dengan sebaik-baiknya.

Sehingga akhirnya poligami menjadi berkah, mensinergikan berbagai potensi dan kekuatan untuk menjadi energi berjuang di jalan Allah, bukan malah sebaliknya.  

Menurut penulis, bagi ikhwan yang menjadikan poligami sebagai bahan bercandaan, lucu-lucuan, jelas belum faham hakikat poligami, seperti  banyak kemauan tetapi kurang kemampuan.

Jangan sampai contoh yang kurang baik tentang poligami, sikap dan bercandaan tentang poligami, tanpa disadari malah berkontribusi  membuat banyak orang, terutama kaum hawa yang menjadi alergi dengan syariat Allah ini.  

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan

Semoga bisa difahami Wallahu’alam

Perpus UI Depok, 29052015
R. Febrika Halim
Ketua Bidpuan DPC PKS Cibitung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s