Beras Sintetis Kejahatan Pangan


Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat

 

PKSCiBITUNG [SB] – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan menyatakan, temuan sebuah kios penjualan beras yang diduga dibuat dari bahan baku sintetis di Pasar Mutiara Gading, Kecamatan Mustikajaya, Bekasi, merupakan sebuah kejahatan pangan.

“Harus diteliti, harus diusut. Ini adalah sebuah kejahatan di bidang pangan. Ba­yangkan kalau kita mengonsumsi plastik. Ini bahaya bagi kesehatan kita,” kata Ahmad Heryawan usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Gedung Sate Bandung, Rabu (20/5). Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah terjun ke lapangan untuk meneliti temuan beras sintetis tersebut.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang menemukan temuan penyimpangan pangan seperti beras sintetis segera melaporkan kepada aparat terkait. “Kalau ada yang menemukan kejadian serupa, segera laporkan. Boleh jadi kalau warga tidak lapor, temuan ini tidak terungkap,” ujarnya.

Kepolisian Sektor Bantargebang, Kota Bekasi, Jabar, menutup sebuah kios penjualan beras yang diduga dibuat berbahan baku sintetis di Pasar Mutiara Gading, Kecamatan Mustikajaya, Selasa (19/5). “Dari kios itu, kami juga mengamankan seorang penjualnya bernama Sembi­ring beserta empat karyawannya untuk diperiksa sebagai saksi,” tutur Kapolsek Bantargebang, Kompol Gatot Su­yanto, di Bekasi.

Menurutnya, temuan be­ras tersebut bermula dari lapor­an seorang warga dan sejumlah kabar yang dita­yangkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Polsek Bantargebang kemudian langsung menelusuri kasus itu dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mutiara Gading.

Belum Ditemukan

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi di Pontianak, Rabu, menyatakan hingga saat ini pihaknya belum me­nemukan beras berbahan sintetis di pasar-pasar tradisional maupun di tempat penyim­panan beras di kota itu.

Utin mengimbau masyarakat Kota Pontianak teliti dalam membeli beras dan bahan makanan lainnya. “Masyarakat bisa mengenali ciri-ciri beras berbahan sintetis itu, seperti bahannya atau berasnya putih mencolok, kalau dimasak sulit mengembang atau keras, kalaupun mengembang biasanya kaya bubur,” ucapnya.

Sumber : Sinar Harapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s