Pemilik Mobil Wajib Tahu ini Sebelum Pasang “Converter” Kit CNG


image

Pks-cibitung.com [mb] Jakarta – Beberapa merek produk aftermarket telah menjual converter kit CNG yang bisa mengubah mobil agar sanggup meneguk dua jenis bahan bakar, bensin dan CNG. Harga sistem tambahan ini lumayan mahal, namun keuntungan buat pemilik sudah pasti lebih ekonomis sebab harga eceran CNG (Rp 3.100 per liter) lebih murah ketimbang bensin.

Meski begitu ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasang sistem tambahan pada mobil. Salah satu penjual converter kit CNG di Indonesia, Autokit, menjelaskan, komponen inti sistem CNG yang “dicangkok” di mobil terdiri dari “ECU” tambahan, jalur suplai yang “disuntikan” ke intake mesin, saluran pengisian, dan tabung CNG

image

Hal yang wajib diketahui pemilik mobil sebelum memutuskan untuk memasang converter kit ini, pemasangannya bisa mengganggu garansi. “Otak” sistem dipadankan dengan ECU standar, fungsinya mengatur buka-tutup suplai CNG agar bisa bergantian dengan bensin. Pemasangannya bisa jadi mengubah sistem kelistrikan yang dijamin oleh pemegang merek mobil.

Suplai CNG dari tabung mengalir ke mesin melalui intake. Staff Marketing Communication Autokit, Arief Erlangga, menjelaskan meski pemasangan sangat rapi tetap saja jalur baru untuk CNG mesti dibuat melubangi intake.

Pangkas ruang

Masalah lain yang juga harus ditoleransi pemilik yaitu penempatan tabung CNG. Kapasitas isi tabung memang bisa disesuaikan dengan keinginan, namun biasanya dimensi tabung memangkas ruang bila diletakan di kabin.

Sebagai contoh, tabung penyimpanan berukuran 65 liter atau setara CNG 15 liter setara premium bila dipasang sudah pasti memangkas jok baris ketiga pada Avanza. Dengan begini, pemilik harus rela mengorbankan fungsionalitas kabin. Selain itu bobot tabung 50 kg menambah beban angkut.

Ada pilihan menempatkan tabung CNG di luar kabin, misalnya menempati posisi ban cadangan di kolong mobil. Namun hal ini tidak disarankan.

Harga

Autokit menjual converter kit CNG seharga Rp 15 – 18 juta. Kendati lumayan mahal, Arief mengatakan uang itu bakal “balik modal” setelah dua tahun pemakaian. Artinya pemilik bisa menghemat pembelian bahan bakar bensin sampai setara harga dalam jangka dua tahun.

Memakai converter kit CNG adalah pilihan pemilik, tapi sebaiknya dibicarakan dengan dealer merek untuk mengantisipasi hangusnya garansi.

Satu-satunya penjual CNG untuk kendaraan di Indonesia, Pertamina, mengatakan CNG lebih bersih dan ramah lingkungan, sebab emisi yang dihasilkan hanya sepertiga bahan bakar minyak. CNG juga mengandung kadar oktan RON 120 hingga sanggup menghasilkan pembakaran lebih efisien.

Jadi, bila ingin lebih efisien menggunakan bahan bakar dengan converter kit CNG, pemilik mobil wajib paham konsekuensinya. [Mbah/kompas]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s