[TAUJIH] Fokus Pada Dakwah Dan Agenda Gerakan


image

Wardianakusuma, Ketua DPC PKS Cibitung

PKS-Cibitung.Com [TM]
Kalau tidak ada perubahan politik lalu bagaimana? Apa yang harus dilakukan? Apakah terus bicara politik? Habiskan waktu komentari perilaku dan peristiwa politik? Terus-terusan demonstrasi dan meneriakkan protes?

Betapa ruginya kita sebagai muslim bila habiskan waktu dan hidup buat hal-hal tersebut. Betapa banyak kebaikan yang diabaikan. Betapa banyak kewajiban asasi yang ditinggalkan. Dan betapa banyak aktifitas yang lebih penting untuk rencana perubahan yang besar ditelantarkan.

Al-Quran sebagai dustur kita sudahkah kita mushahabah dengannya secara intensif dan maksimal? Membacanya siang malam, mentadabburi tiap kata dan susunannya, menghafal dari al-Faatihah sampai an-Naas, melaksanakannya dalam kehidupan pribadi dan keluarga, mempelajari dan mengajarkannya, mengamalkan dan mendakwahkannya serta memperjuangkannya? Khalid bin al-Walid yang namanya terdepan dalam jihad terhadap murtaddin, futuhnya Iraq dan Syam pun berkata: Sungguh jihad telah sibukkan aku dari al-Quran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang sejak belia sudah thalabul ‘ilmi, menghafal kitab-kitab hadits, habiskan waktu menelaah kitab-kitab dalam berbagai disiplin ilmu yang ada pada masanya, menulis ratusan kitab, mengajarkan ilmu, sibuk menjawab fatwa dari berbagai negeri, berdakwah, mentarbiyah, dan berjihad juga berkata: Saya menyesal telah menghabiskan waktuku bukan untuk mendalami makna-makna al-Quran. Apabila panglima jihad paling besar dalam Islam dan imam yang keberadaan orang sepertinya jarang didapatkan dalam masa ratusan tahun telah menyesal maka bagaimana dengan kita? Kalau kondisi kita jauh dari al-Quran mungkinkah dia datang pada hari kiamat untuk memberikan syafaat kepada kita dan membela kita dengan menegakkan hujjah di hadapan Allah ?

Shalat yang merupakan ibadah paling agung, pilar agama, hiasan para nabi, syiar kaum shalih, penghubung hamba dengan Tuhan-nya, pembeda antara muslim dan kafir, serta amal yang pertama akan dihisab dan menjadi tolok ukur diterima dan ditolaknya amal bagaimanakah kita mengerjakannya? Sudahkah kita mengerjakannya sebagaimana Sa’id bin al-Musayyab yang lima puluh tahun istiqamah di shaf pertama? Sudahkah kita mengerjakannya sebagaimana sebagian salaf yang mengatakan: Apabila dikumadangkan qamat dan kalian tidak dapatkan aku dalam barisan shaf maka carilah aku di pekuburan?

Bila semua amal fardhu ‘ain, amal wajib, sunnah-sunnah yang ditekankan dan dianjurkan, amal-amal yang bersifat aulawiyat kita muhasabah tentu dengan jujur kita akan akui bahwa selama ini kita telah mensia-siakan umur kita dan menghabiskan waktu tampa memberikan faedah untuk agama, dunia, dan akhirat kita.

Kita harus mundur satu langkah bahkan beberapa langkah. Bukan lari dari kenyataan. Bukan pula meninggalkan pertarungan kehidupan. Tetapi kita menata dulu diri kita dan memantaskannya sebagai hamba Allah dan daiyah. Kita susun kembali barisan kita sehingga di dalamnya terisi orang-orang shiddiqin. Kita persiapkan perbekalan ruhiyah yang besar sehingga mampu memasuki pertarungan berlarut dengan jahiliyah. Kita perdalam pemahaman agama kita sehingga kita memiliki dhawabith berpikir yang benar, berdakwah dan berjihad diatas bashirah. Kita tos-tosan berdakwah dan mentarbiyah sehingga banyak orang istijabah dan berubah. Begitu seterusnya.

Dalam waktu tak lama kita tentu akan melangkah beberapa langkah kedepan secara meyakinkan. Dalam 2019 kita bisa melihat pencapaian dakwah yang besar. Dan dalam jangka panjang kita bisa menjadikan agama tamkin berdasarkan manhaj yang shahih, pemahaman yang lurus, dan pilar-pilar yang kokoh.

Bekasi,  23-04-2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s