Inilah Sultan Sulaiman Al-Qanuni Versi Sejarah, Bukan Versi Produser Liberal


image

Pks-cibitung.com [mb] – Siapa Sultan Suleiman yang digambarkan sangat buruk dalam film King Suleiman pada siaran televisi ANTV?

Cerita yang dirangkai subjektif oleh produser liberal-sekuler membuat sosok mulia Sulaiman menjadi negatif  dan hina. Distorisi sejarah yang tidak aneh sebagaimana pembalikan sejarah Aurangzeb, sultan Moghul yang menguasai India pada periode 1 abad setelah masa Sultan Sulaiman di abad 16. Aurangzeb, pemimpin yang tegas dan lekat Islam dicitrakan buruk oleh pendongeng-pendongeng barat.

Sultan Sulaiman memimpin imperium kesultanan Utsmaniyah 60 tahun setelah jatuhnya Konstantinopel ke pangkuan muslimin pada masa Sultan Muhammad Fatih. Sementara cucu Sultan Fatih, Salim I, yang juga ayah dari Sultan Sulaiman telah berhasil menaklukkan Syiria dan Mesir, mengakhiri kekuasaan Mamalik (Mamluk) serta membuat Safawi Syiah tidak berani bertindak gegabah terhadap Utsmaniyah.

Praktis Sultan Sulaiman mewarisi wilayah kekuasaan yang membentang luas dari Hungaria-Serbia di Timur Eropa, Mesir-Syiria di Timur Tengah hingga negara-negara Afrika Utara. Laut Tengah (Mediterania) yang merupakan urat nadi Eropa pun di bawah kekuasaan Angkatan Laut umat Islam Utsmaniyah. Bentuk wilayah kekuasaan yang terwariskan pada Sultan Sulaiman mirip bulan sabit dengan Eropa sebagai bintangnya.

Blokade ekonomi yang dilakukan Utsmaniyah terhadap Eropa ini pulalah yang mendorong bangsa Eropa untuk mencari jalan lain menuju wilayah sumber daya alam, melintasi Afrika Selatan, Tanjung Harapan hingga mencapai India dan Asia.

Sultan Sulaiman lahir pada tahun 1494, selisih setahun saat berakhirnya Islam di Granada Spanyol. Ia menjadi Sultan pada tahun 1520, di usia 25 tahun (masa datangnya Portugis ke nusantara, berdirinya kerajaan Aceh, Banjar dan kekuasaan Demak). Pada masanya ia berupaya menaklukkan negara-negara Eropa Timur dalam upaya jihad sehingga jatulah Hungaria, Austria, Transilvania dan Polandia di bawah bayang-bayang Utsmaniyah. Sebelumnya Bosnia dan Yunani yang terlebih dahulu takluk semakin tunduk dalam bendera kesultanan. Tak sedikit raja-raja Eropa tumbang dalam peperangan dengan Utsmaniyah, tak heran jika kekalahan di masa lampau menimbulkan kebencian di masa kini dengan hadirnya film King Sulaiman.

Kepulauan Rhodes yang berada di seberang Libanon, yang dikuasai sisa-sisa dan keturunan pasukan salib kerap mengganggu pelayaran jamaah haji Turki ke Mekkah, mengundang Sultan memimpin langsung mengusir pasukan salib Hospitaler. Dengan 400 kapal dan puluhan ribu pasukan Utsmaniyah memukul telak pasukan salib hengkang ke pulau Malta dekat Italia. Upaya terakhir dalam kampanye penaklukan Eropa berakhir di gerbang Wina pada tahun 1432, saat ratusan ribu pasukan Utsmaniyah terpaksa mundur karena cuaca dingin yang buruk. Meninggalkan berkarung-karung logistik termasuk kopi yang kemudian diambil pasukan Eropa. Dari peristiwa inilah Eropa mulai mengenal kopi secara luas. Bahkan konon diceritakan sebelumnya Paus mengharamkan kopi namun setelah menikmati suguhan kopi hasil peninggalan pasukan Utsmaniyah dan merasakan kenikmatannya, lantas Paus menghalalkan kopi bagi umatnya.

Tahun yang sama pula (1432) Kerajaan Syiah Safawi Persia mencoba mencaplok Irak dengan membunuh Gubernur Baghdad yang tunduk pada Utsmaniyah. Segera Sultan Sulaiman mengirim pasukan dan turut serta pada tahun berikutnya ke wilayah Syiria-Irak. Syiah Safawi pun tak berani melakukan perlawan dan memilih berdamai. Utsmaniyah semakin menancapkan kekuatan pada wilayah Timur Tengah.

Beberapa tahun berikutnya tepat 1438 perang laut monumental terjadi yang dikenal sebagai Perang Preveza dekat Yunani, dimana 300 kapal perang gabungan Eropa (NATO: Venisia, Spanyol, Kepausan Roma, Genoa ) yang dikumpulkan Paus Paul III hancur berhadapan dengan penguasa laut Eropa (Mediterania), Khairuddin si Janggut Merah atau dikenal Khairuddin Barbarossa (penampilannya dapat kita lihat pada film Pirates). Khairuddin Barbarossa, perwakilan Utsmaniyah di Laut Tengah, merupakan momok bagi pantai-pantai Eropa sehingga ia menjadi legenda mimpi buruk Eropa dan terwariskan pula dalam cerita-cerita sebagai penjahat menurut versi barat.

Konflik Utsmaniyah dengan Portugis juga tak terhindarkan di laut Persia hingga India. Portugis berniat menggunting kekuatan muslimin dengan mencaplok wilayah-wilayah sumber daya alam yang tak terlindungi militer kuat di Asia. Portugis berupaya menaklukan Arab, Yaman dan India namun mendapatkan perlawan keras dari kesultanan di daratan Yaman hingga pertempuran laut. Pada tahun 1564, utusan kerajaan Aceh datang menghadap Sultan Sulaiman meminta bantuan militer melawan Portugis. Dengan landasan ukhuwah Islamiyah, sultan mengirimkan banyak kapal perang, meriam serta perwira militer untuk membantu Aceh mengusir Portugis.

Kemampuan Sultan Sulaiman dalam memimpin wilayah yang besar dan luas ini lantas masyarakat barat mendapuknya dengan gelar Sulaiman The Magneficent atau Sulaiman yang Hebat. Imperium Utsmaniyah sendiri menggelari Sultan Sulaiman dengan gelar alQonun (undang-undang), karena ia berhasil menyusun peraturan undang-undang kenegaraan dan masyarakat berdasarkan syariat yang diberlakukan hingga 300 tahun setelah wafatnya.

“Ia tidak hanya merupakan pemimpin kampanye militer yang besar, manusia dari pedang, seperti ayah dan kakeknya. Ia berbeda dari mereka karena (Sulaiman) juga merupakan manusia dari pena. Ia merupakan legislator ulung, berdiri di depan mata rakyatnya sebagai penguasa berjiwa besar dan eksponen keadilan yang murah hati”, ungkap Sejarawan Barat Lord Kinross.

Inilah salah satu warisan Sultan sebagaimana diungkapkan seorang pengelana Perancis Jean de Thévenot  seabad kemudian, “basis pertanian yang kuat, kesejahteraan menjadi petani, melimpahnya makanan pokok, dan keunggulan organisasi pada pemerintahan Sulaiman.”

Selain mewariskan Undang-undang, Sultan juga mewariskan pendirian universitas dan masjid Sulaiman. Dan kini foto Sultan Sulaiman juga terpampang di gedung parlemen Amerika Serikat sebagai salah satu pemimpin yang melahirkan undang-undang kenegaraan.

Hanya berselang 20 tahun setelah wafatnya Sultan Sulaiman, Portugis lenyap dari muka bumi karena kekalahan dalam Perang Tiga Raja di Maroko pada 1480. Perang antara Raja Portugis melawan Sultan Maroko dibantu kekuatan militer pasukan khusus Turki, Inkisyariah atau Jannisary.

Sumber piyunganonline

http://www.pks-cibitung.com

Iklan

22 pemikiran pada “Inilah Sultan Sulaiman Al-Qanuni Versi Sejarah, Bukan Versi Produser Liberal

  1. pelajari sejarah islam dari para ulama-ulama yang terpercaya, agar kita bisa tau sejarah islam yang sebenarnya karena kalau kita pelajari sejarah islam dari orang barat maka mereka akan menempelkan kedustaan-kedustaan pada sejarahnya sehingga islam dimata kita menjadi jelek padahal para pemimpin2 islam dimasanya adalah orang – orang yang mulia dimata Allah SWT. mereka yang menyebarkan agama islam sehinga kita dapat merasakan manisnya islam sekarang.

  2. ORANG KAFIR INGIN MENGABURKAN SEJARAH KING SULAIMAN AL-QANUNI DENGAN CARA MEMBUAT FILM ITU.MAKA ORANG ISLAM HARUS MEMBUAT FILM TANDINGAN MENURUT SAYA…NANTI TOLONG TAMBAHKAN 7 ORANG PANGLIMA PERANG YANG DIKIRIM KE ACEH OLEH KING SULAIMAN….BIAR ADA HUBUNGAN ANTARA TURKI DENGAN INDONESIA…INI FAKTA

  3. Apa yang diceritakan dalam film adalah fakta. Pembunuhan para pangeran dan intrik di dalam harem memang terjadi dalam sejarah. Kelemahan utama Kekhalifahan Utsmaniyah adalah bagaimana kekuasaan dan tafsir kebenaran berpusat pada satu orang sehingga membuka peluang pemujaan berlebihan terhadap pribadi seseorang. Padahal manusia tidak pernah sempurna. Ketika kekuatan yang berlebihan itu akhirnya sirna karena usia dan kematian, perebutan kekuasaan pun terjadi untuk membuka jalan menjadi Sang Khalifah, Sang Pemimpin Dunia, dsb. Bukankah hal ini juga dibenci oleh Allah dan lebih dekat pada kemusyrikan? Sehingga, daripada mencela tulisan dan penelitian orang-orang Barat, mengapa tidak belajar dari kelemahan itu? Sulaiman Al Qonuni atau Suleyman The Magnificent menurut versi Barat adalah manusia dengan segala kelemahan, termasuk juga ambisi, kesombongan, dan lain-lainnya. Turki adalah Kekhalifahan Islam, tapi Turki buatan manusia, dan semua buatan manusia lebih tidak sempurna daripada manusia yang membuatnya. Demikian pula dengan Khulafaur Rasyidin, mereka dengan segala kehebatan mereka juga memiliki segudang kelemahan yang akhirnya membuka jalan menuju Fitnah.

    MOHON PKS LEBIH CERDAS DALAM MENGOLAH ISU, DAN TIDAK MEMBODOHI UMAT. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kebenaran dan menghindarkan kita dari kesesatan.

    • Anda salah KAWAN!!! FILM INI FITNAH BESAR ! FITNAH LUAR BIASA !!

      jangan hanya berpegang pada satu sumber dan sumber yang anda dapat bukan shahih dari sejarah peradaban islam. MERUJUKLAH PADA SUMBER YANG SHAHIH YANG SUDAH DITEMUKAN SAKSI2 TERDAHULU SERTA TEMUAN SEJARAH, JANGAN DARI BARAT SAJA !

      DI NEGARANYA SAJA (TURKI) FILM INI DILARANG TAYANG DAN DIKECAM KERAS HINGGA PRESIDEN TURKI PUN MELAKNAT FILM INI, seperti dalam sebuah pers turki presiden turki mengatakan :

      “Kami tidak memiliki nenek moyang seperti yang digambarkan sinetron. Dan kami sama sekali tidak mengenal Sultan Sulaiman al-Qonuni dengan karakter yang ditampilkan di film itu, Sultan Sulaiman menghabiskan 30 tahun umurnya untuk berjihad dan berjuang untuk Islam serta melakukan pembangunan terhadap Daulah Utsmani, Aku nyatakan pelarangan KERAS di negara ini untuk Tayang dan aku MENGECAM FILM INI dan aku MELAKNATNYA “ujar erdogan (presiden turki ),

      Film ini adalah fitnah yg luar biasa ang dilakukan yahudi dan nasrani untuk memecah belah islam dan generasi penerus islam. dikarenakan sakit hati mereka karena kalah telak untuk hancurkan islam pada masa itu, maka mereka membuat film ini untuk memecah pemikiran islam agar islam tdak mempunyai sejarah asli yg dimana mereka mengalami kekalahan besar

      kenapa saya bilang film ini FITNAH ??

      SAYA MEMILIKI KISAH ASLI SULAIMAN AL QANUNI DENGAN RATUSAN SUMBER BUKU YANG SAYA MILIKI, DAN MEMBANDINGKAN DENGAN KISAH DI FILM INI, DAN SAYA MEMILIKI REKAMAN LANGSUNG SEBUAH ‘kru’ DARI FILM INI DAN MENGAKUINYA SENDIRI BAHWA ” FILM INI DIBUAT BERDASARKAN PERANAN BARAT YANG MEMBAYAR MAHAL APABILA FILM SULAIMAN AL QANUNI DIPUTARBALIKKAN FAKTANYA “. ujar seorang “kru”

      MASIH BERANIKAH ANDA BILANG INI FAKTAA ??? !!!

      berfkir cerdas, objektif, dan sehat, jangan sesat yaa !!! kecuali anda sendiri memang bukan islam, yang memiliki pandangan subjektif,

      banyak monumen peninggalan sejarah yg jarang di expose media, karena pihak gereja takut sekali bila kejadian sejarah asli tercuat ke permukaan.

      JANGAN PERCAYA ” WIKIPEDIA” karena pemerintah Turki sedang melaporkan pihak wiki atas artikel yg mereka buat,

      salam saya, salah satu staff dari sebuah pers internasioal. M. Harsyad

      mau buktilagi ??? saya kasi satu situs shahih :

      http://kisahmuslim.com/mengapa-mereka-membenci-sultan-sulaiman-al-qonuni/
      http://kisahmuslim.com/mengenal-sultan-sulaiman-al-qonuni-suleiman-the-magnificent/

    • Pakaian wanita di film jelas fitnah, sultan yg gila wanita dan sex jug afitnah.
      Sultan Sulaiman yg digelar Alqanuni karena beliau sangat ketat dalam hukum syariat Islam. Bagaimana mungkin orang2 di istana nya justru tmelanggar syariat. it’s bullshitt… omong kosong itu film.

    • Setuju dgn anda,
      Saya kgum dgn kepemimpinan sultan sulaiman dlm berperang menaklukan eropa dan negri kaum kafir , tapi di dalm istana sendiri memang terjadi konplik entah itu penghianatan atw perebutan kekuasaan yg akhir nya terjadi pembunuhan terhadap pejabat dan perwira tinggi istana..

  4. Ohh gitu ya…

    Di sinetron abad kejayaan banyak yg terbunuh akibat ambisi beberapa pihak yg menginginkan kekuasaan di dalam kerajaan dan istana.. dimana dalam cerita tersebut sahabat terbaik sultan ottoman terbunuh.. dan juga dalam cerita anak2 sultan juga terbunuh dan berperang satu dgn yg lain.. bukan hanya anak2nya saja… siapapun yg menghalangi jalan baginda sulaiman akan terbunuh… nah pertanyaan saya.. coba ceritakan jg kondisi dalam istana yg sebenarnya… apa benar apa yg ada di dalam film sesuai dgn nalar anda…? Jika tidak coba ceritakan menurut versi anda… siapa tau saya bisa ambil pelajaran dr anda…

  5. Ada beberapa salah kutip atas tahun beberapa peristiwa, salah satu contoh “penaklukan eropa berakhir … Tahun 1432, …”
    Jelas tidak sesuai dg periode sultan Sulaiman Al Qonuni memerintah sejak 1520-1566.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s