Paus Benediktus Mualaf?


Pks-cibitung.com – Banyak sekali informasi yang beredar bahwa Paus Benediktus telah menjadi mualaf, baik melalui facebook, BBM, maupun Twiter. Penyebaran informasi ini mungkin dipengaruhi oleh isi berita yang begitu menghebohkan. Tapi benarkah dia telah menjadi Mualaf, mari kita simak berita yang kami ambil dari situs (berita.muslim-menjawab.com) berikut ini.

Benarkah Paus Benediktus Mengundurkan Diri Karena Jadi Mualaf?

Posted by admin on 9:06 AM in berita muslim, internasional, News | 10 komentar

Pasca Mundurnya Paus Benediktus XVI (Lihat dan baca Video dan teks Pidato Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI)mengundang berbagai spekulasi.Apalagi dari keterangan juru bicara Vatikan Kardinal Federico Lombardi bahwa alasan pengunduran diri paus Benediktus bukan disebabkan gangguan kesehatan tertentu, tentu saja penegasan ini mengundang berbagai spekulasi

Salah satu di antaranya ada kabar yang mengatakan bahwa Paus Benediktus XVI telah menjadi mualaf. Kabar tersebut beredar belakangan ini di berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter,Forum kaskus serta beberapa blog, dengan diselingi beberapa foto di mana Paus Benediktus XVI yang seakan difoto dalam keadaan Sholat Benarkah Paus Benediktus XVI shalat di Masjid Biru Turki lalu menjadi mualaf?

Pada saat pertama kali membaca berita ini, sebagai seorang muslim langsung melakukan pengecekan kevalidan berita ini, termasuk pengecekan sumber dari Foto yang menggambarkan Paus benediktus XVI sedang melakukan sholat. dan hasil penelusuran dari foto tersebut , ternyata bersumber dari beberapa media online yang memberitakan tentang kunjungan Paus Benediktus XVI di Masjid Biru ,Istambul Turki 30 November 2006, dan dari keterangan juru bicara kepausan Fr. Federico Lombardi mengatakan hal ini wartawan bahwa Paus tidak benar-benar berdoa, tetapi “dalam meditasi.” Sebagaimana yang dilangsir oleh http://www.traditioninaction.org. yang dari penelusuran kami terhadap foto yang beredar luas, foto tersebut bersumber foto yang ada di media ini.
Dan setelah melakukan penelusuran dan mendapatkan hasil informasi seperti itu ,maka kami pada saat itu punya dugaan kuat bahwa berita tersebut adalah HOAX/ Berita BOHONG ,dan sejak saat itu kami mencoba menginformasikan hal ini kepada beberapa teman yang mempostingkan foto ataupun mereferensikan berita ini , dan juga mengingat sesama muslim untuk mengingat akan firman Allah Qs Al Hujurat 6 tentang pentingnya untuk melakuan Tabbayun terhadap informasi yang diterima.

dan Alhamdulillah akhirnya menemukan informasi yang lebih jelas lagi terkait kunjungan Paus Benediktus XVI ke Masjid Biru ,Istambul Turki ,yaitu Video yang mengabadikan kunjungannya tersebut

Dari Video tersebut Mufti Besar Istanbul Mustafa Cagrici mendampingi Paus Benediktus memasuki Masjid Biru, yang dinamai secara resmi sesuai dengan nama Sultan Ahmet dan dibuka pada 1616. Dalam video di bawah ini, terlihat Paus memasuki masjid biru setelah melepaskan sepatunya. Lalu Paus terlihat berdoa dengan bibir komat-kamit dan menundukkan kepalanya berdampingan dengan mufti dan imam masjid Biru. Pada saat berdoa itulah Paus bersedekap seperti orang shalat. Namun Paus tidak melakukan takbir, rukuk, sujud, hingga salam, hanya bersedekap sambil berdiri, sebagaimana yang dapat dilihat pada video di bawah ini. Itu pun tangan kiri berada di atas tangan kanan, di mana pada shalat sesungguhnya, tangan kanan di atas tangan kiri

Dan dari penelusuran kami, Kunjungan Paus pada saat itu juga mendapatkan kecaman dari internal Umat Katholik,salah satunya bisa kita temukan dalam tulisan di http://www.traditioninaction.org.

Kalau kita mengingat pada saat kunjungan itu (30 November 2006), banyak para analisis kunjungan tersebut adalah untuk meredam ‘kemarahan umat Islam sebelumnya” dibulan September 2006 terhadap pernyataan Paus Benediktus XVI yang meminta umat Islam untuk menghapus Istilah Jihad atau perang suci Permintaan Paus yang disampaikan dalam sebuah seminar di Jerman beberapa waktu lalu itu, ditolak oleh kaum Muslimin Jerman. Mereka memandang lebih baik Paus mengikuti inisiatif yang kini juga berkembang di sejumlah masyarakat Barat, untuk mencari akar kekerasan dan terorisme lalu mencabutnya, ketimbang mengarahkan tudingan hanya kepada kaum Muslimin dan ajaran Islam.

Dalam seminar yang digelar di Universitas Regensburg, Bavarian Jerman, sebelumnya, Paus mengatakan, “Ajaran Kristiani selalu terikat dengan logika. Kaum Kristiani berbeda pandangan dengan orang-orang yang yakin dengan pola penyebaran agamanya dengan pedang,” demikian ungkap Paus seperti dilansir Reuters.

Paus juga mengutip perkataan seorang penguasa Bizantium di abad keempat belas, saat menuliskan dialog dengan seorang Persia, bahwa, “Nabi Muhammad telah merampas tanpa kemanusiaan. Seperti perintahnya menyebarkan agama yang ia serukan dengan pedang.” Paus juga menambahkan, bahwa jihad atau perang suci tidak selaras dengan tabiat ketuhanan dan tabiat jiwa manusia. Karenanya, ia menilai saat ini sangat penting digelar dialog antara dua dunia besar, dunia Kristen dan dunia Islam. Di sisi lain, Paus juga meminta pemerintah Jerman untuk segera memadukan sikap yang lebih baik terhadap kaum Muslimin yang tinggal di Jerman. Tanpa berlaku sektarian terhadap kaum minoritas Muslim.

Menurut Jubir Paus, Federick L, perkataan Paus tentang jihad dan perang suci hanya sekedar dalam konteks menjelaskan tema yang dibicarakan, bukan untuk menuding bahwa Islam identik dengan kekerasan. “Ini hanya contoh. Kami tahu bahwa dalam Islam juga ada berbagai aliran dan sikap berbeda, antara yang keras maupun yang tidak keras. Paus tidak ingin memberi penafsiran bahwa Islam itu keras,” katanya.

Respon pertama terhadap pernyataan Paus tersebut, disampaikan oleh pimpinan kaum Muslim Jerman. Ia meminta dunia Barat untuk segera lebih dahulu mengkaji sebab-sebab utama lahirnya kekerasan dan terorisme, dari berbagai kasus di dunia ini. Dengan mengetahui sebabnya, kekerasan bisa dihilangkan dan dunia bisa hidup damai.

Dr. Ahmad Muhaisin, kepala Muslim Palestina yang tinggal di Berlin mengatakan, “Orang Palestina sangat mewakili untuk bicara tentang dampak kekerasan. Kemampuan mereka luas dan banyak dalam konteks ini. Melihat apa yang diderita bangsa Palestina mulai dari pembunuhan, penghancuran setiap hari akibat mesin perang Israel yang tentu saja merupakan simbol kekerasan dan terorisme.”, sebagaimana yang pernah dilangsir oleh Eramuslim.com

dan sebagai penutup tulisan ini,kami menyampaikan kembali tentang pesan yang pernah kami sampaikan di Page Muslim Menjawab Tantangan
Perkembangan teknologi sedemikian pesat, sehingga setiap hari kita dibanjiri berbagai informasi dari berbagai arah,

dan tak jarang kitapun juga berpartisipasi untuk berbagi informasi yang kita terima untuk disampaikan kepada saudara dan teman teman kita.

Dari berita yang tersebar tersebut ,tidak sedikit dari berita yang beredar tersebut adalah HOAX /berita bohong.

Dan ketika dikemudian hari diketahui bahwa berita yang beredar tersebut adalah berita bohong,maka hal tersebut menjadi bumerang bagi para penyebar berita tersebut.

bahkan akibat terungkapnya adanya berita hoax tersebut juga, tidak hanya pribadi penyebar berita dipermalukan, tetapi tidak sedikit Agama dari penyebar berita dijadikan sasaran serangan akibat terungkapnya kalau berita tersebut hoax.

Dalam hal ini Allah sudah memberikan petunjukan kepada umat manusia, terutama orang mukmin tentang bagaimana sikap seharusnya dalam menyikapi sebuah berita/informasi yang kita terima,yaitu ; Qs Al hujurat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Sebagai seorang muslim yang tahu tentang Petunjuk Allah tersebut, berusaha untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menyebar luaskan adalah sebuah keharusan,agar kita tidak menyesal dikemudian hari.

selain pengecekan terlebih dahulu, kita juga perlu membuka pintu selebar lebarnya kritikan dan masukan dari orang lain terhadap berita yang pernah kita sampaikan.

dan jika kenyataannya masukan dan kritikan tersebut menginformasikan bahwa apa yang pernah kita sampaikan tidak benar adanya, maka kita tidak perlu segan sedikitpun mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf.

==Pesan ini disampaikan untuk mengingatkan untuk diri sendiri lebih memilih untuk mengajak intropeksi diri dan perbaikan internal,dan berusaha untuk menjauhkan dari sikap yang menjadikan pihak esternal sebagai kambing hitam.

Semoga juga bisa bermanfaat bagi para pembaca, ==

Sumber: http://berita.muslim-menjawab.com/2013/02/benarkah-paus-benediktus-mengundurkan.html

Posted by DP

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s