Catatan PKS Tentang Kondisi Mesir Terbaru


Catatan PKS Tentang Kondisi Mesir Terbaru

PKS Belum akan Tarik Kadernya dari Mesir

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA–Partai Keadilan Sejahtera belum akan menarik kadernya yang masih berada di Mesir meskipun negara itu sedang bergolak. “Memang kami memiliki sekitar 2.500 kader di Mesir karena memang di negara tersebut PKS memiliki kantor setingkat dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Mata di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pihaknya tidak akan melakukan evakuasi secara mandiri atau mengevakuasi sendiri kader-kader PKS di Mesir karena mereka masih menjalin kontak dengan baik dan belum ada permintaan untuk dievakuasi. Ia mengatakan, sebagian besar kader PKS di Mesir adalah pelajar dan mahasiswa sehingga saat ini mereka juga menjadi relawan di Mesir terutama untuk membantu WNI yang ada di sana.

“Mereka berada dalam kondisi aman dan menjadi relawan untuk membantu WNI di sana agar dapat dipulangkan ke Indonesia, khusunya untuk WNI yang berusia lanjut, anak-anak dan perempuan,” katanya. Anis juga mengatakan, kecil kemungkinan situasi di Mesir tersebut akan terjadi di Indonesia meskipun terjadi tren penurunan kepercayaan kepada pemerintah.

Ia mengatakan, keadaan di Mesir juga berbeda dengan di Indonesia karena di Mesir pemerintah berlaku terlalu represif sehingga memunculkan banyak kekerasan dan kekerasan yang terjadi di Mesir akibat kemiskinan dan kezaliman. “Jika kekerasan di Mesir itu semakin tinggi di mana perlawanan antara pendukung Husni Mubarak dan masyarakat semakin sering terjadi, akan semakin mempercepat kejatuhan Mubarak,” katanya.

PKS: Revolusi di Mesir Mirip Reformasi Tahun 1998 
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Sekjen PKS Anis Matta melihat pergerakan revolusi di Mesir sebagai potret sejarah reformasi Indonesia tahun 1998 lalu. Pergerakan di Mesir, menurut Anis, sulit terjadi di Indonesia.

“Yang dihadapi di Mesir saat ini sama dengan yang kita hadapi pada era reformasi di tahun 1998. Tapi kejadian di Mesir ini konteksnya berbeda dan sulit terjadi lagi di Indonesia. Ini karena kemiskinan yang sudah merajalela,” ujar Anis kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Anis menuturkan, kepercayaan masyarakat terhadap Presiden SBY, utamanya pada penegakan hukum memang sangat rendah. Namun demikian hal tersebut, menurut Anis, belum sampai memicu kemungkinan revolusi besar-besaran di Indonesia.

“Ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah terutama politisasi hukum menjadi masalah. Namun polanya tidak sama,” terang Anis.

Kepercayaan terhadap pemerintah, menurut Anis, juga makin rendah karena kenaikan inflasi yang luar biasa tinggi. Kenaikan harga-harga sembako juga dinilai Anis memperburuk citra pemerintah di mata rakyat.

“Namun rasanya belum ada kemarahan publik untuk ke arah sana,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Yogyakarta yang juga aktivis Nasional Demokrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan adanya kemungkinan pergerakan revolusi di Mesir terjadi di Indonesia. Menurut Sultan, tuntutan rakyat untuk revolusi bisa terjadi jika pemimpin bangsa tidak menjawab keresahan rakyatnya.

Seperti diketahui, Mesir kini tengah bergolak. Ribuan warga turun kejalan menuntut bubarnya pemerintahan otoriter Hosni Mubarak. Mubarak, yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dinilai gagal mengatasi kondisi ekonomi Mesir. Ini diperparah dengan maraknya praktek korupsi di negara piramida itu.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s